Jodoh Selucu Ini (Part2)

Selang waktu berjalan mas Heru sering sekali like Instagram dan facebook aku, lama-lama kok kasihan kalo tidak digubris. Akhirnya kita mulai dekat dari sebuah komen ke komen selanjutnya. Disini belum ada judul tukeran no handphone. Semakin dekat semakin intens dan mulai menjurus omongan ke pernikahan walaupun belum secara detail. Aku sempat terpikir untuk menjodohkan mas Heru dengan teman ku yang kebelet nikah juga ahaha padahal diriku juga kebelet nikah tapi masih ego tinggi , tidak mau sama laki-laki berbadan buntal hihi.


Aku dan mas Heru ketemu pertama kali pada tanggal 11 Januari 2017. Saat itu rencanya akan nonton bioskop berempat, karena alasan yang bisa diterima akhirnya hanya aku dan mas Heru yang jadi nonton di bioskop. Dari pertemuan ini kita semakin sering becanda dan bertukar informasi apapun. Pada akhir Januari, mas Heru mengutarakan keinginannya untuk serius dengan ku, menikah pastinya. Kaget ? pasti ! waktu itu aku tidak langsung meng-iya-kan, hanya memberi waktu saja untuk ke rumah bapak ku. Sebelum mas Heru ke rumah untuk menemui bapak, aku memberikan cv nikahnya mas Heru ke bapak sebagai bahan pertimbangan. Hari berlalu, makin galau dan makin parah bingung antara memilih yang sudah 4 tahun pacarana atau dengan orang baru yang aku meyakini akan bahagia hidup dengannya.

Setiap keputusan pasti ada konsekwensinya dan pasti ada yang akan ditinggalkan salah satunya. Bapak memberi janji kepada mas Heru dan dia untuk menunggu kabarnya nanti akan diumumkan pada tanggal 15 April 2017. Menunggu waktu itu banyak minta saran dari orang-orang yang ku percaya. Sebenarnya hati sudah menentukan pilihan dari pertama ketemu mas Heru tapi kan ini pernikahan yang seumur hidup perlu melibatkan Allah, jadi masi meraba-raba tanda apa yang Allah berikan. Berusaha peka dari setiap kejadian. Tanggal 14 April, bapak nanya sama aku , “jadi maya lebih condong kemana?”

Maya adalah nama panggilan ku semasa kecil, karena sekarang aku banyak dikenal dengan nama Bella. Aku menjawab pertanyaan bapak aku dengan degup jantung yang tidak biasa, “kalo dari lama kenal, Maya lebih milih Dika tapi kalo keyakinan hidup, kayanya Maya yakin sama mas Heru. Yaudah pak bismillah aja ya”. Bismillah memang keputusan harus dibuat dan pada tanggal 15 April 2017, bapak menghubungi mas Heru untuk membawa serta keluarga kerumah.

Alhamdulillah, satu sisi aku bahagia akhirnya aku menikah dan laki-laki ini disetujui sama bapak. Langsung saja, ahadnya tanggal 16 April 2017, mas Heru ke rumah untuk membicarakan lamaran. Kata bapak tidak perlu waktu lama-lama, lebih cepat tentu lebih baik. Diputuskan dengan musyawarah antara bapak dengan mas Heru lamaran tanggal 24 April 2017. Wow terlalu cepat mungkin menurut anggapan orang. Tapi buat ku ? tidak sama sekali. Akhirnya mimpi ku akan terwujud, aku sudah merancanakan pernikahan ku ini semenjak 2 tahun lalu dan ku pikir tidak ada yang terlalu cepat setelah lama aku menanti.

Perasaan sayang ? jangan ditanya, belum ada. Tapi Allah Maha Membolak-balikan hati ! setelah persiapan pernikahan dan lebih tepatnya setelah menikah, rasa sayang itu muncul berkali lipat, semoga tidak berlebihan ya. Lamaran pun berjalan lancar, segala persiapan pernikahan pun dipermudah sama Allah. Bersyukur tak henti dan bahagia tentunya. Saat itu tanggal pernikahan belum ada, secara umum saja setelah lebaran tapi belum menentukan tanggal. Entah kenapa aku lebih memilih tanggal 29 Juli 2017.

Aku dan mas Heru tidak memilih waktu yang baik atau hari baik , karena bagi kami, setiap hari adalah baik. Aku suka angka 9, yang mana angka ganjil dan pastinya itu adalah tanggal setelah gajian. Pengalamanku menyedihkan sekali jika ada pernikahan kerabat mendadak dikabari yang mana tanggalnya adalah tanggal-tanggal kritis uang sekarat hahaha. Jadi aku ambil tanggal ini karena perhitungan pengalaman saja, bukan karena apa-apa kok. Bukan karena bisikan roh gaib atau paksaan siapapun hahaha.

Persiapan pernikahan itu seru banget, semua ku siapkan sendiri tanpa bantuan Wedding Organizer. Konsep pernikahan sebenarnya tidak ada yang terlalu ribet, hanya aku mencari vendor yang kebetulan aku suka karya-karyanya dan bisa custom ya pasti aku pesan! Hehe. Saat itu lebih banyak vendor yang lucu-lucu gitu di daerah jawa timur gitu jadi memang berat di ongkos kirim hehe. Di Instagram banyak dan memang lagi-lagi sudah aku tandai ini vendor dari jauh-jauh hari sebelum merencanakan pernikahan. Jadi ketika calonnya dan tanggalnya sudah ada, tinggal pesan saja sekalian aku minta desain yang akum au. Nanti ku coba share vendor apa saja yang ku pakai di pernihakan ku dan suami ya 😊

Pada tanggal 29 Juli 2017, aku menikah dengan mas Heru. Suasana saat itu sangat khidmat dan aku deg-deg-an saat mas Heru mengucap ijab qabul. Takut salah nama aja yang disebut hehe. Alhamdulillah lancar, aku hanya mengundang sebagian teman dekat, sahabat dan saudara saja. Saat itu diguyur hujan besar setelah adzan dzuhur. Tanpa ada sedikitpun suudzon, aku berucap syukur. Ya Allah alhamdulillah hujan sebagai tanda berkah dariMu, makasih ya Allah. Resepsi ku diakhiri pukul 17.00 dan tamu masih datang sampai pukul 21.00 WIB. Hari ini bahagia sekali rasanya, apa yang hanya bisa ku impikan dulu, sekarang jadi kenyataan.

Alhamdulillah, selamat datang gerbang baru kehidupan ku, selamat datang. Aku siap dan aku akan selalu jadi orang bersyukur, insya Allah. Ini janji ku pada diri ku sendiri, yang tidak ada apa-apanya dari segala yang telah Allah berikan. Aku akan selalu butuh Allah dalam setiap episode kehidupan ku.

Terima kasih kepada orangtua ku tercinta, bapak dan mama atas segala arahan dan bimbingannya, kalian selalu luar biasa. Jembatan terindah yang Allah berikan untuk memperlihatkan kekuasaanNya.
Terima kasih untuk sabahabatku, terima kasih untuk semua semangat yang diberikan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *